|
No
|
Judul
Jurnal
|
Penulis
|
Latar
Belakang
|
Metode
|
Kesimpulan
|
||
|
1
|
FAKTOR– FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN
DALAM MEMBELI
PRODUK SUSU ULTRA HIGH TEMPERATUR
(Studi Kasus di Swalayan Persada Malang)
|
Wulan Maulita Indrayana, Bambang Ali
Nugroho dan Budi Hartono
|
Komoditas
hasil dari subsector peternakan ialah susu Seiring dengan perkembangan
industri pengolahan susu di Indonesia, produk-produk susu olahan pun semakin
berkembang. Ada beberapa jenis
produk susu
olahan, yaitu susu segar, susu pasteurisasi, susu kental manis, susu
bubuk, susu
sterilisasi konvensional, dan
susu
sterilisasi Ultra High Temperature
(UHT). Susu
merupakan makanan penting yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
terhadap zat-zat yang
diperlukan
tubuh, terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan. Besarnya
penduduk
Indonesia merupakan pasar yang
sangat
potensial bagi kalangan industri
susu. Berbagai
strategi komunikasi
pemasaran
dilakukan oleh para produsen
susu untuk
memenangkan pasar. Salah satu
pilihannya
adalah melakukan promosi
dengan
beriklan di media televisi. Susu UHT saat ini semakin banyak yang beredar di
pasaran dengan berbagai macam merek. Susu UHT semakin banyak
diminati oleh
masyarakat karena lebih praktis dan mudah untuk dikonsumsi, serta
umur simpan
yang cukup lama, yaitu
sekitar
sepuluh bulan. Kondisi tersebut
dapat memacu
banyak perusahaan
pengolahan
susu untuk memproduksi susu UHT. Atribut produk merupakan segala sesuatu yang
melekat dan menyertai produk tersebut, seperti merk, desain,
warna,
kualitas dan sebagainya. Atribut
dapat
dijadikan sebagai daya tarik
tersendiri
bagi konsumen dalam
melakukan pembelian
karena atribut adalah jantung dari sebuah produk yang dapat mencerminkan
kegunaan sekaligus
penampilan
produk.
Tjiptono (
2002 ) menyatakan bahwa
atribut produk
adalah unsur – unsur produk
yang dipandang
penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan
keputusan
pembelian, dimana atribut
produk
meliputi merek, kemasan, jaminan ( garansi ), pelayanan, dan sebagainya.
Atribut-atribut
produk dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi keputusan
pembelian
konsumen, yang mana semakin
lengkap dan komplit
atribut sebuah
produk,
semakin besar peluang produk
tersebut untuk
diminati oleh konsumen.
Simamora (
2002 ) bahwa atribut
produk adalah
faktor-faktor yang
dipertimbangkan
konsumen dalam
mengambil
keputusan tentang pembelian
suatu merek
ataupun kategori produk, yang melekat pada produk atau menjadi bagian produk
itu sendiri. Atribut produk yang disebutkan seperti harga, merek, kualitas,
kemasan, kelengkapan fungsi ( fitur
), desain serta layanan purna jual. Rambat
dan Ahmad ( 2006 ) Menyatakan
konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk tetapi manfaat dan nilai
produk yang disebut “ the offer “. Keunggulan produk jasa terletak
pada
kualitasnya,
yang mencakup keandalan, ketanggapan , keunikan, kepastian, dan empati.
|
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini
telah dilaksanakan
pada tanggal
28 Februari – 20 Maret 2013
di Swalayan
Persada yang berada di jalan
MT.Haryono
-Malang.
Populasi dan Penentuan Sampel
Penelitian ini
tidak terlepas dari obyek
sebagai
sasaran penelitian yang biasa
disebut
populasi. Pada penelitian ini
peneliti tidak
dapat menemukan data
laporan yang
menjelaskan beberapa jumlah
kosumen yang
menggunakan susu UHT.
metode accidental
sampling, yaitu tekhnik
penentuan
pengambilan sampel secara
sengaja /
kebetulan kepada konsumen yang
membeli susu
UHT, karena dalam
penelitian ini
responden tidak diketahui
jumlahnya
secara pasti.
Teknik
analisis data yang digunakan
adalah
analisis faktor dan regresi linear
berganda,
Jumlah variabel yang digunakan
adalah 18
variabel, jumlah responden
dalam
penelitian ini adalah 100 orang.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara (Interview)
Wawancara
merupakan tekhnik
pengumpulan
data dengan metode survey
yang
menggunakan pertanyaan secara lisan
kepada subyek
penelitian. Wawancara ini
dilakukan
untuk memperoleh data
pendukung atau
penunjang dari kuisioner .
Kuesioner (Angket)
Indriantoro (
1999 ) menyatakan bahwa
kuisioner
adalah tekhnik pengumpulan
data yang
menggunakan pertanyaan-pertanyaan kepada responden untuk di
jawab,
pendistribusian kuisioner ini dapat
secara
langsung ataupun tidak langsung .
Purwadi (
2002) mengatakan bahwa
skala likert
merupakan skala yang
dipergunakan
untuk mengukur sikap
terhadap suatu
obyek dengan cara
mengajukan
sejumlah pertanyaan/statement statement.
Teknik Analisis Data
Analisis Faktor
Metode
analisis data yang digunakan
adalah
analisis faktor dengan bantuan
program SPSS for
windows.
Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis
Regresi Linier Berganda
digunakan
untuk mengukur pengaruh
antara lebih
variabel prediktor ( variabel
bebas )
terhadap variabel terikat.
Model diatas
dapat digunakan untuk
memprediksi
pengaruh antara variabel
bebas terhadap
variabel terikat yang dapat
dilihat pada
standardized koefisien ( β )
masing-masing
variabel bebas. Analisis
dilakukan
dengan menggunakan SPSS.
Dimana
rumus analisis regresi linear berganda
|
1. Hasil
analisis data menunjukkan faktor-faktor
yang
mempengaruhi konsumen
dalam membeli
susu UHT adalah harga
jual, harga
produk saingan, rasa,
susunan gizi,
Selain itu dari hasil
tersebut dapat
dilihat bahwa variabel
bebas yang
dominan yang menentukan
keputusan
pembelian dalam membeli
produk susu
UHT di Swalayan Persada
adalah faktor
rasa produk susu.
2.
Karakteristik responden yang
mempengaruhi
keputusan konsumen
berdasarkan
data umum responden di
dominasi
berjenis kelamin perempuan
sebanyak 77
orang, umur berkisar 15-25
tahun sebanyak
87 orang, pendidian
terakhir
konsumen yaitu perguruan
tinggi
sebanyak 84 orang, pekerjaan
konsumen
sebagian besar adalah
Mahasiswa
sebanyak 88 orang,
pendapatan perbulan
sebagian besar
pendapatnnya
sekitar 250.000 –
500.000
sebanyak 26 orang, untuk
merek susu UHT
yang sering di beli
oleh responden
adalah susu ultramilk
sebanyak 55
orang alasan konsumen
memilih produk
susu ultrmilk adalah
karena rasa
yang enak, gurih dan tidak
terlalu manis.
|
||
|
2
|
ANALISIS
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN
KONSUMEN
DALAM MEMBELI PRODUK INDUSTRI GARMENT
|
Yakut
Dekrita Sari
|
Perkembangan
dunia bisnis yang dibarengi dengan perubahan pola piker konsumen yang dinamis
mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli
produk.
Keberadaaan konsumen memberikan pengaruh terhadap tujuan akhir
pencapaian
perusahaan, yaitu memperoleh kentungan atau laba melalui pembelian
produk
disertai dengan kepuasan konsumen yang akan berakhir dengan terjadinya
pembelian
secara terus-menerus. Karena hal inilah yang menyebabkan perusahaan harus
memahami faktor penyebab terjadinya keputusan konsumen dalam
melakukan
pembelian suatu produk agar konsumen membeli barang dan jasa
perusahaan
pada saat mereka membutuhkan. Milhart (2012) menyebutkan bahwa
komunikasi
pemasaran terpadu ini bekerja untuk 4 elemen klasik bauran
pemasaran yang
dimaksud untuk menjelaskan efek dari bauran pemasaran
terhadap
perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian. Atas pertimbangan
inilah Penting bagi pihak perusahaan untuk mengetahui dan
memahami
perilaku pembelian konsumen, sehingga perusahaan mampu
mengembangkan
barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Bauran
pemasaran bukanlah sebuah teori ilmiah, tetapi sebuah konseptual
yang
didalamnya mengenai bagaimana keputusan utama manajer membuat
penawaran
mereka sesuai dengan kebutuhan konsumen (Goi, 2009: 2). Gunawan
(2007) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa bauran pemasaran yaitu produk, promosi, harga,
saluran distriusi mempengaruhi keputusan rumah tangga untuk
membeli suatu
produk. Xia dan Monroe (2008) juga menemukan bahwa promosi
adalah aspek
yang lebih dominan dalam memberikan ketertarikan konsumen prapembelian
untuk
mendapatkan informasi produk sebelum mengambil keputusan
pembelian. Hal
ini membuktikan unsur-unsur dari bauran pemasaran dapat
mempengaruhi
keputusan konsumen dalam membeli produk.
Atas dasar
ini, maka memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen
wajib
dilakukan oleh suatu perusahaan agar dengan mudah perusahaan dapat
memenangkan
persaingan pasar. Kotler (2002:29) “penentuan kebutuhan,
keinginan,
minat pasar sasaran serta memberikan kepuasan konsumen dengan efektif dan
efisien adalah tugas utama organisasi agar tetap memelihara dan
meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan konsumen”.
Selain
memperhatikan bauran pemasaran perusahaan juga harus
mempertimbangkan
perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk.
Martoatmodjo
(2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa bauran pemasaran
berpengaruh
signifikan terhadap keputusan konsumen melalui perilaku konsumen.
untuk itu
perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran yang baik dengan
mengimplementasikan
bauran pemasaran dalam setiap kegiatan pemasarannya
dan harus
mengetahui perilaku konsumen dalam membuat keputusan untuk
membeli suatu
produk. Kotler (2007:203) menjelaskan bahwa konsumen
memperoleh
rangsangan dari luar yang terdiri atas bauran pemasaran (produk,
harga, tempat,
promosi), ekonomi, teknologi, politik, budaya yang mempengaruhi
kotak hitam
pembeli (Kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis) dan
menghasilkan
tanggapan dari pembeli untuk melakukan keputusan pembelian.
Wibawa (2006)
adapun dalam penelitiannya menyatakan bahwa keputusan
konsumen dalam
membeli suatu produk dapat dipengaruhi oleh factor perilaku
konsumen
meliputi, Pekerjaan, keluarga, garansi, promosi, kualitas, Potongan
harga.
Malaihollo (2007) dalam penelitiannya juga menemukan bahwa faktor
kebudayaan,
social, pribadi dan psikologi mempunyai pengaruh terhadap
keputusan
pembelian. Sujoko (2007:12) menyatakan bahwa terdapat hubungan
yang
signifikan antara bauran pemasaran dan perilaku konsumen terhadap
keputusan
konsumen untuk melakukan pembelian. Penelitian yang dilakukan oleh
Dwi (2005)
juga menemukan bahwa faktor sosial dan psikologis dan bauran pemasaran
(produk, promosi, harga, tempat, dan bukti fisik) mempunyai pengaruh
terhadap
keputusan pembelian.
Perkembangan
dunia usaha di Bali terutama perusahaan tekstil semakin
meningkat
sehingga tekstil adalah salah satu sektor non migas yang penyumbang
devisa
terbesar. Perdagangan pakaian jadi (garmen) buatan masyarakat Bali yang
diperdagangkan
ke luar negeri mengalami kenaikan hingga 15,02 persen, sehingga
merupakan
penyumbang devisa tertinggi komoditi nonmigas daerah ini. Perolehan
devisa garmen
Bali 117,5 juta dolar AS periode Januari-November 2011,
meningkat jika
dibandingkan periode sama 2010 hanya 102,1 juta dolar, Hasil
perdagangan
luar negeri aneka jenis pakaian sebanyak itu memiliki peranan
tertinggi
yakni 25,43 persen dari seluruh ekspor nonmigas Bali sebanyak 462,1
juta dolar
selama Januari-November 2011 ( ANTARA, 2012). Pemerintah Kota
Denpasar
secara berkelanjutan meningkatkan produk ekspor salah satunya adalah
pakaian
jadi/industri garmen, di mana perkembangan dunia usaha tekstil dan
produk tekstil
mengalami perkembangan yang pesat. Akibat dukungan
perkembangan
teknologi yang memungkinkan pembuatan produk dengan biaya
rendah serta
mutu yang tinggi maka, konsekuensi persaingannya adalah untuk
meningkatkan
perekonomian yang berdampak pada meningkatnya permintaan.
Jumlah
perusahaan garmen di Kota Denpasar 157 buah dan yang tergabung dalam
e-commerce sebanyak 44
buah.
CV. Harris
Darmawan adalah salah satu perusahaan garmen yang berdiri
di kota
Denpasar sejak tahun 1993. Perusahaan memberi nama merk “Campur”
pada
produknya. Saat ini dalam perkembangannya perusahaan telah menghadapi banyak
persaingan dari perusahaan-perusahaan sejenis lainnya. Persaingan yang
semakin ketat
membuat perusahaan mengalami penurunan omset penjualan
selama dua
tahun terakhir sehingga perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor
yang dapat
mempengaruhi keputusan pembelian produk dengan meneliti bauran
pemasaran
(produk, harga, saluran distribusi, promosi) dan perilaku konsumen
(budaya,
sosial, pribadi dan psikologis).
|
Populasi dan Sampel penelitian
Dalam
penelitian ini jumlah populasi adalah seluruh konsumen yang
membeli produk
Campur. Dari populasi tersebut dipilih sampel dari dalamnya
dengan
menggunakan teknik Accidental Sampling , yaitu responden yang diambil
adalah
konsumen yang ditemui langsung ditempat penelitian yang mempunyai peluang
yang sama. Ukuran sampel (sample size) ditetapkan berdasarkan 5 x
parameter
(Malhotra, 2009: 189).
|
1) Terdapat
kecenderungan bahwa konsumen produk pakaian garmen merk
“Campur”
didominasi oleh laki laki dengan kisaran umur 18-25 tahun dengan
tingkat
pendidikan SMA dan penghasilan kurang dari Rp.1.000.000,- per
bulan.
2) Dari
analisis diskriptif responden secara umum memberikan tanggapan yang
setuju dan
sangat setuju atas 8 variabel yaitu produk, harga, saluran distriusi,
promosi,
budaya, social, psikologi, pribadi tentang pengaruh terhadap
keputusan
pembelian.
3) Hasil
analisis faktor yang ditemukan dari 8 variabel bebas yang dianalisis
yakni produk,
harga, promosi, saluran distribusi, budaya, social, pribadi,
psikologi
Nilai KMO Measure of Sampling adequacy lebih besar dari 0,5. maka
faktor-faktor tersebut mempengaruhi keputusan pembelian.
|
||
|
3
|
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
(Studi Perbandingan Handphone Smartphone Blackberry
dengan Android)
|
ANITA
KUSUMAWATI
|
Seiring berkembangnya teknologi yang semakin pesat dan
ditambah untuk saat ini Internet kian mudah diakses. Karena faktor internet
itulah banyak produsen HP Pintar atau biasa disebut Smartphone saling
berlomba untuk menjadi produsen yang unggul dalam penyediaan kebutuhan
informasi untuk kosumen. Dahulu handphone hanya digunakan untuk berkomunikasi
lewat telfon dan sms. Namun seiring pesatnya perkembangan teknologi dan
internet, hanpdhone pada saat ini kegunaanya lebih dari sekedar handphone
pada saat dulu.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
konsep pemasaran modern pun mengalami perkembangan dengan menempatkan
konsumen sebagai perhatian utama.
Blackberry OS adalah milik Sistem Operasi Mobile, yang
dikembangkan oleh Research In Motion untuk perusahaan BlackBerry garis
smartphone perangkat genggam. Sistem operasi menyediakan multitasking dan
mendukung perangkat input khusus yang telah diadopsi oleh RIM untuk digunakan
dalam handheld, khususnya trackwheel, trackball, dan yang paling baru, yang
trackpad dan touchscreen. Platform BlackBerry mungkin paling dikenal karena
dukungan asli untuk email perusahaan, melalui MIDP 1.0 dan, baru-baru ini,
sebuah subset dari MIDP 2.0, yang memungkinkan aktivasi nirkabel lengkap dan
sinkronisasi dengan MicrosoftExchange, Lotus Domino, atau Novell GroupWise
email, kalender, tugas, catatan, dan kontak, bila digunakan dengan
(BlackBerry Enterprise Server) Sistem operasi juga mendukung WAP 1.2.
Perkembangan Sistem Operasi Blackberry dimulai dari OS 4.x, OS 5.x, OS 6.x,
OS 7.x dan kabarnya berikutnya akan hadir OS QNX.
Sedangkan Android adalah sebuah sistem operasi untuk
berbagai perangkat mobile seperti handphone, netbook, dan komputer tablet.
Sistem operasi ini dikembangkan oleh Google Inc dengan berbasis kernel Linux
versi 2.6 dan berbagai perangkat lunak dari GNU yang bersifat Open Source.
Sekarang ini pengembangan Android ditentukan oleh sebuah konsorsium bernama
Open Handset Alliance (OHA) yang terdiri atas berbagai vendor perangkat
mobile, komputer, dan telekomunikasi seperti Intel, Nvidia, Google, Samsung,
Sprint, T-Mobile, Motorola, LG, Sony Ericsson, Toshiba, Vodafone, serta masih
banyak yang lain dan anggotanya terus bertambah. Karena Android bersifat Open
Source dan mempunyai lisensi Apache yang sangat terbuka dan bebas, maka
Android menjadi sistem operasi yang sangat popular bagi berbagai produsen
perangkat mobile. Sistem operasi Android dimulai dari versi 1.1, versi 1.5
(Cupcake), versi 1.6 (Donut), versi 2.0/2.1 (Eclair),
2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt), versi 2.3 (Gingerbread), versi
3.0/3.1 (Honeycomb), versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich), dan versi 5.0
(Jelly Bean). Pilihan terhadap Android jatuh bila Anda menyukai smartphone
multifungsi dengan browser yang baik. Android biasanya banyak digunakan di
kalangan mahasiswa, eksekutif, profesional, pegawai, dll.
Atribut
sistem operasi yang terdapat pada Blackberry dan Android akan mempengaruhi
sikap konsumen dalam mengambil keputusan membeli, seperti yang dikatakan oleh
Fandy Tjiptono (2001:103) mengenai atribut produk adalah “unsur-unsur produk
yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan sebagai dasar pengambilan
keputusan”. Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi),
pelayanan, dan sebagainya. Sedangkan atribut-atribut pada sistem operasi
Smartphone meliputi Fitur, Tampilan/desain, Kinerja dan layanan. Seperti yang
dikatakan Kotler dan Armstrong (2004:347) menyatakan bahwa “Kualitas produk
adalah kemampuan suatu produk untuk Tampilan/desain, melakukan
fungsi-fungsinya” dan menurut Cravens (1998:14) fitur juga dapat digunakan
sebagai sarana untuk membedakan suatu merek dari pesaingnya.
|
1. Penguji Instrumen
Penelitian
Sebelum pengambilan data dilakukan, terlebih dahulu
dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas terhadap daftar pertanyaan
yang digunakan.
2. Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini untuk mengolah data dari hasil
penelitian ini dengan menggunakan Analisis Inferensial (kuantitatif). Dimana
dalam analisis tersebut dengan menggunakan paket program SPSS. Analisis data
dilakukan dengan bantuan Metode Regresi Linear Berganda, tetapi sebelum
melakukan analisis regresi linear berganda digunakan uji asumsi klasik yang
meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heterokesdastisitas.
3. Analisis Regresi
Linier Berganda
Regresi
linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dua atau
lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Dalam hal ini pengaruh
variable atribut produk terhadap keputusan konsumen.
4. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis digunakan untuk membuktikan apakah hipotesis
yang diajukan dapat terbukti kebenaranya atau tidak terbukti kebenarannya,
dengan menggunakan uji t dan uji f.
5. Koefisien
Determinasi (R²)
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.Nilai koefisien
determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kamampuan
variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi variable terikat amat
terbatas. Nilai
4. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis digunakan untuk membuktikan apakah hipotesis
yang diajukan dapat terbukti kebenaranya atau tidak terbukti kebenarannya,
dengan menggunakan uji t dan uji f.
5. Koefisien
Determinasi (R²)
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.Nilai koefisien
determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kamampuan
variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi variable terikat amat
terbatas. Nilai
4. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis digunakan untuk membuktikan apakah hipotesis
yang diajukan dapat terbukti kebenaranya atau tidak terbukti kebenarannya,
dengan menggunakan uji t dan uji f.
5. Koefisien Determinasi
(R²)
Koefisien
determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variasi variabel dependen.Nilai koefisien determinasi adalah
antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kamampuan variabel-variabel
bebas dalam menjelaskan variasi variable terikat amat terbatas. Nilai yang
mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua
informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat
(Ghozali, 2011 : 97).
|
1. Atribut fitur produk berpengaruh
signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian Smartphone Blackberry
dan Android. Sehingga hipotesis pertama yang menyatakan, bahwa atribut fitur
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Blackberry dan Android
terbukti kebenaranya.
2. Atribut desain produk
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian Smartphone
Blackberry dan Android. Sehingga hipotesis kedua yang menyatakan, bahwa
atribut desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Blackberry
dan Android terbukti kebenaranya.
3. Atribut kinerja produk
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian Smartphone
Blackberry dan Android. Sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan, bahwa
atribut kinerja produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
Blackberry dan Android terbukti kebenaranya.
4. Atribut jenis produk
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian Smartphone
Blackberry dan Android. Sehingga hipotesis keempat yang menyatakan, bahwa atribut
jenis produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Blackberry
dan Android terbukti kebenaranya.
5. Keputusan pembelian jenis produk blackberry lebih
tinggi dibanding produk
|
||
Selasa, 12 Januari 2016
3 Aplikatif
Rabu, 01 April 2015
Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Perdagangan internasional adalah
perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara
lain atas dasar kesepakatan bersama. Bila dibandingkan dengan pelaksanaan
perdagangan didalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan
kompleks. Di banyak negara perdagangan internasional menjadi salah satu faktor
utama untuk meningkatkan GDP. Perdagangan internasional juga mendorong
industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan
multiasional.
Perdagangan luar negeri mempunyai
pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi dalam negeri yaitu
1.
Spesialisasi produksi
Spesialisasi
plus dapat meningkatan pendapatan rill masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa
perdagangan dapat menurunkan pendapatn rill masyarakat. Ada tiga keadaan yang
membuat spesialisasi tidak selalu bermanfaat bagi suatu negara. Keadaan ini
kemungkinan spesialisasi produksi yang terlalu jauh, artinya ada sektor
produksi yang terlalu terpusatkan satu atau dua barang saja. Ketiga keadaan ini
yaitu:
a. Keidakstabilan
pasar luar negeri
b. Keamanan
nasional
c. Dualisme
2.
Kenaikan (investasi surplus)
Dengan
pendapatan rill masyarakat yang lebih tinggi berari negara mampu untuk
menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi.
3.
Vent for surplus
Bahwa
pertunbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru. inti
dari proses “Vent For Surplus” ini tetap sama, baik dulu maupun sekarang yaitu:
sumber-sumber ekonomi yang tidak bisa dimanfaatkan kecuali apabila ada saluran
ke pasar dunia dan apabila modal asing diperkenankan masuk. Perbedaan pokoknya
adalah bahwa di masa lampau Negara-negar pemiik sumber-sumber alam tersebut
adalah Negara jajahan, sedangkan sekarang adalah Negara merdeka dengan
pemerintahan nasionalnya. Kunci daripada apakah proses “Vent For Surplus” ini
akan menghasilkan pembangunan ekonomi dalam arti sesungguhnya ataukah hanya
“pertumbuhan ekonomi” seperti yang telah terjadi di zaman lampau, terletak ditangan
pemerintah nasional. Mereka harus bisa meraih sebagian besar dari manfaat
perdagangan yang dihasilkan dan menggunakannya bagi kepentingan pembangunan
nasionalnya dalam arti yang sebenarnya
4.
Kenaikan produktivitas
Produktivitas
adalah pengaruh yang sangat penting dalam perdagangan internasional dalam
sektor produksi. Dibedakan menjadi tiga sumber utama dari peningkatan
produktivitas dan efesiensi yang timbel
oleh adanya perdagangan luar negeri:
a.
Economies
of scale
b. Teknologi
baru
c. Rangsangan
persaingan
Dampak positif perdagangan internasional
bagi perekonomian Indonesia:
1.
Terpenuhinya kebutuhan atas barang dan
jasa.
2.
Meningkatksn produktivitas usaha.
3.
Devisa negara meningkat
4.
Terbukanya lapangan kerja
5.
Terciptanya persahabatan dan kerja sama
antarnegara di berbagai bidang.
6.
Terdorongnya kegiatan ekonomi dalam
negeri.
Dampak negatif
perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia:
1. Mundurnya industri
dalam negeri, karena masyarakat lebih menyukai produk-produk yang diimpor dari
luar negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah di berbagai negara melakukan
kebijakan proteksi. Kebijakan proteksi yang dikeluarkan pemerintah dapat
berbentuk kuota, tarif, dan subsidi.
2.
Munculnya ketergantungan
terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor produksi. Dengan ada
ketergantungan tersebut, negara-negara maju dapat menetapkan
kebijakan-kebijakan ekonomi yang merugikan negara berkembang seperti Indonesia.
3.
Mematikan usaha-usaha kecil.
4.
Pembayaran antar negara sulit dan resikonya besar
Manfaat
perdagangan internasional adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh
barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
2. Memperoleh
keuntungan dari spesialisasi
3. Memperluas
pasar dan menambah keuntungan
4. Transfer teknologi modern.
Banyak
faktor pendorong suat negara melakukan perdagangan internasional, yaitu:
1. Untuk
memenuhi kebutuhan barang dan jasa di negeri sendiri
2. Keinginan
memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
3. Adanya
perbedaan kemampuan kepuasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengelola
sumber daya ekonomi.
4. Adanya
kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk
tersebut.
5. Adanya
perbedaan iklim, kekayaan sumber daya alam, tenaga kerja, budaya dan jumlah
penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan
produksi
6. Adanya
kesamaan selera terhadap suatu barang.
Tindakan
dalam kebijakn-kebijakan perdagangan internasional meliputi:
1. Tarif
Tarif adalah sejenis
pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik dikenakan
sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Tarif old valorem adalah
pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang
yang diimpor. Kedua kasus dampak tariff akan meningkatkan biaya pengiriman
barang ke suatu negara.
2. Subsidi
ekspor
Adalah pembayaran
sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang
keluar negeri. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara
pengekspor sedangkan dinegara pengimpor harganya turun.
3. Pembatasan
impor
Adalah pembatasan
langsung atas jumlah barang yang bole diimpor. Biasanya diberlakukan dengan
memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan.
4. Pengekangan
ekspor sukarela
Bentuk lainnya
adalah VER. (voluntary restraint agreement=ERA) adalah suatu pembatasan kuota
atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak ngara pengekspor dan bukan
pengimpor. VER memiliki keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi
perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai. Namun dari sudut pandang
ekonomi, pengendalian ekspor sukarela sama dengan kuota impor dimana lisensi
diberikan kepada pemerintah asing dan VER selalu lebih mahal bagi negara
pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang
sama.
5. Persyaratan
kandungan lokal
Merupkan pengaturan
yang mensyaratkan bahwa bagian bagian tertentu dari unit-unit fisik. Ketentuan
kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang mengahlikan
basis manufakturnya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara
intermediate goods.
6. Subsidi
kredit ekspor
Semacam subsidi
ekspor hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli.
7. Pengendalian
pemerintah
Pembelian di atur
oleh pemerintah secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang di
produksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada
yang impor.
8. Hambatan-hambatan
birokrasi
Globalisasi ekonomi
adalah khidupan ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak mengenal
batas-batas territorial, atau kewilayahan antara daerah yang satu dengan daerah
yang lainnya. Sisi perdagangan dan investasi menuju kearah liberalisasi
kapitalisme sehingga semua orang bebas untuk berusaha di mna saja dan kapan
saja di dunia ini.
Sumber:
Globalisasi Terhadap Kehidupan Masyarakat di Indonesia
Globalisasi adalah suatu proses masuknya
pengaruh dari suatu negara atau wilayah ke negara atau wilayah lain.
Globalisasi menunjukan semakin meningkatnya ketergantungan antar bangsa dan
antar masyarakat di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan,
dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas negara menjadi bias.
Sebagai suatu proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam
interaksi antar bangsa yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Apabila dilihat
dari dimensi ruang semakin dipersempit sedangkan dari dimensi waktu semakin
dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi
berlangsung disemua bidang idelogi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
keamanan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama
dalam globalisasi. Pada zaman sekarang perkembangan teknologi begitu
cepatsehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat
tersebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita
hindari.kehadiran globalisasi dapat membawa pengaruh yang besar terhadap bangsa
Indonesia. Pengaruh gobalisasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu pengaruh positif
dan pengaruh negatif.
Pengaruh positif globalisasi terhadap
masyarakat Indonesia
- Dilihat dari aspek globalisasi politik, pemerintahan di jalankan secara terbuka dan demokratis karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dilakukan dengan jujur, bersihdan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara meningkat.
- Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara, dengan adanya hal ini akan mengurangi kemiskinan.
- Dari aspek globalisasi sosial budaya, semangat kerja yang tinggi, disiplin dan iptek dari bangsa lain yang sudah maju harus kita terapkan untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan dapat mempertebal rasa nasionalisme terhadap bangsa.
Pengaruh negatif globalisasi terhadap masyarakat
Indonesia
- Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa perubahan yang baik untuk mereka, sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari Ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika itu terjadi dapat berakibat rasa nasionalisme akan hilang.
- Globalisasi dalam aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta dalam produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri contohnya coca cola, pizza hut dan lain-lain memasuki Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme kita terhadap bangsa Indonesia.
- Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarprilaku sesama warga.
- Mengakibatkan kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miksin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu nasional bangsa.
Globalisasi juga
membawa pengaruh terhadap prilaku masyarakat Indonesia. Misalnya sebagai
berikut:
- Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup terjadi karena mudahnya
unsur-unsur budaya luar masuk ke Indonesia. Arus informasi yang cepat menyebar menjadi
sarana utamanya. Di zaman globalisasi, masyarakat juga sudah memperhitungan
segala sesuatunya. Segala aktivitas diukur dengan uang. Ungkapan waktu adalah
uang menjadi dasar seseorang beraktivitas, dan kemudian menciptakan sifat
individulisme. Masing-masing lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendri.
Tidak semua gaya hidup dari luar negeri berdampak negatif, ada juga yang
berdampak positif bila dikembangkan dengan baik dan benar, contohnya
kedisplinan dan etos kerja yang tinggi. Apabila dilakukan dengan benar akan
meningkatkan produktivitas bangsa dan mempercepat kemakmuran bangsa.
- Makanan
Berdirinya
perusahaan asing dibidang makanan cepat saji di kota-kota besar juga sudah
terasa di kota-kota kecil dan membawa pengaruh pada pola konsumsi makanan dan
minuman masyarakat. Mengonsumsi makanan di restoran cepat saji menjadi salah
satu prilaku yang mengikuti perkembangan zaman.
- Pakaian
Globalisasi
dibidang pakaian dapat dilihat dengan banyaknya busana asing yang sesuai dengan
norma masyarakat, tetapi ada juga yang mode pakaian yang bertentangan dengan
norma kesusilaan. Contohnya jas yang sesuai dengan norma masyarakat. Jas
digunakan untuk mengadiri acara-acara resmi seperti rapat kenegaraan.
- Sarana komunikasi
Kelengkapan
sarana komunikasi menjadi faktor utama pengaruh globalisasi seperti penggunaan
internet, telepon seluler, radio, televise. Di masa sekarang masyarakat
disediakan berbagai jenis pilihan komunikasi dengan harga yang bervariasi dan
masyarakat juga dapat dengan bebas mengakses jaringan internet sebagai sarana
komunikasi, seperti email, chatting, friendster, facebook hingga pemanfaatan
blogger.
- Transportasi
Dalam
memilih alat transportasi adalah keamanannya. Mahal atau murah bukan ukuran
keselamatan, akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan itu menjadi peringatan
bagi kta dalam memilih alat transportasi. Masyarakat mengharapkan transportasi
yang murah tapi juga aman, cepat. Salah
satu contohnya persemian jalur suramadu, diharapkan dapat meningkatan
kesejahteraan masyarakat Madura dan jalur ekonomi lebih lancar. Kelancaraan
tersebut agar investor tertarik untuk mengelola sumber daya ekonomi dan wisata
Madura.
- Nilai-nilai budaya dan tradisi
Bangsa
Indonesia terdiri dari berbagai suku. Setiap suku mempunyai kekayaan budaya dan
tradisi yang luar biaa banyaknya, kekayaan tradisi tersebut menarik perhatian
negara asing untuk mempelajarinya.
- Pariwisata
Bidang
usaha yang secara langsung terkena pengaruh globalisasi adalah pariwisata.
Kemajuan komunikasi dan transportasi memudahkan perkembangan dunia pariwisata.
Kemajuan dibidang komunikasi mempercepat pengelola asset mempromosikan objek
wisata. Dan ketika promosi berhasil sarana yang selanjutnya disediakan adalah
alat transportasi. Kemudahan dan kenyamanan adalah faktor utama bisnis
pariwisata.
- Migrasi
Dengan
adanya globalisasi, perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain atau
dari satu negara ke negara lain dapat berlangsung secara cepat. Mobilisasi
manusia dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan alat transportasi yang
semakin canggih.
Sikap terhadap globalisasi:
Globalisasi telah membawa perubahan
dalam kehidupan masyarakat dunia. Tidak adalagi sekat yang menghalangi
terjadinya komunikasi antarindividu. Berbagai macam informasi mengalir dari
satu tempat ketempat lain. Banyak hal positif dari arus pertukaran informasi
yang kita dapat, tidak sedikit juga hal negatif di dalamnya. Kita harus pandai
dan arif menyikapinya.
Pikiran dalam globalisasi:
Unsur globalisasi yang sulit untuk
diterima masyarakat
- Teknologi yang rumit dan mahal
- Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi
- Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat
Unsur globalisasi yang mudah untuk
diterima masyarakat
- Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat
- Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat
- Pendidikan formal di sekolah
Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan
asing yang sulit diterima adalah:
- Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain lain
- Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat
- Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang tua yang sulit menerima unsur baru.
- Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi
diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
- Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
- Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
- Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
- Suatu unsur kebudayan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
- Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Sumber:
http://nusantarapermai.mywapblog.com/dampak-globalisasi-terhadap-kehidupan.xhtml
Langganan:
Postingan (Atom)